Dituding Beri Keterangan Palsu, Saksi Sidang Nazar Dipolisikan

Dituding Beri Keterangan Palsu, Saksi Sidang Nazar Dipolisikan

Rivki - detikNews
Senin, 05 Mar 2012 15:03 WIB
Jakarta - Rico Baskoro, saksi dalam persidangan terdakwa Nazaruddin, dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Rico dinilai memberikan keterangan palsu soal Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam persidangan itu.

Laporan keterangan palsu terhadap Rico tidak dilakukan oleh Anas Urbaningrum, melainkan oleh Nuril Anwar, mantan staf Nazar di DPR. Nuril mengaku merasa terpanggil untuk mengungkapkan kebenaran.

"Saya merasa terusik ketika seseorang memberikan keterangna palsu. Saya ingin menyampikan kebenaran," kata Nuril di depan SPK Polda Metro Jaya, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Senin (5/3/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nuril datang didampingi pengacaranya, Patra M Zen. Saat ditanya mengapa tidak Anas yang langsung memberikan laporan, Patra mengatakan laporan mengenai keterangan palsu bukan delik aduan, sehingga siapapun bisa mengajukan laporan.

"Ini kan bukan delik aduan, siapapun boleh. Ini dugaan tindak pidana keterangan palsu dan Pak Nuril yang tahu betul mengenai hal itu," katanya.

Keterangan Rico yang dianggap palsu adalah mengenai pemilik dan pengendali Permai Group yang dinyatakan adalah milik Anas. Selain itu, Anas disebut Rico sering datang ke Permai Tower di Mampang, Jakarta Selatan. Anas juga disebut sering memimpin rapat di Permai Group.

"Saya ingin menyampikan kebenaran bahwa Pak Anas tidak pernah rapat, tidak pernah mengunjungi Permai Tower yang ada di Mampang," katanya.

Nuril mendatangi Polda dengan membawa CD persidangan dan transkrip jalannya persidangan. "Saya paling tahu soal hal itu," katanya.

Manajer HRD Permai Group Rico Baskoro menjadi saksi meringankan Nazaruddin pada Rabu 29 Februari. Di persidangan, Baskoro membeberkan peran dan posisi Anas di Tower Permai. "Owner-nya itu Pak Anas dan Pak Hasyim," tutur Baskoro.

Baskoro juga menyebutkan Anas sering memimpin rapat, sampai seminggu tiga kali baik ketika Tower Permai berkantor di daerah Casablanca maupun ketika sudah pindah ke Warung Buncit.

"Pak Anas juga memiliki ruang sendiri. Dia juga punya parkiran sendiri," papar Baskoro.

Sementara itu, nama Nuril Anwar mencuat pada Juli 2011. "Untuk urusan bisnis, saya kira belum ada prestasinya, perusahaan dia kan biasa-biasa saja ya. Kebanyakan perusahaan dia itu hanya mirip broker," katanya saat ditanya sosok Nazaruddin dalam sebuah wawancara 29 Juli 2011.

(nal/nrl)


Berita Terkait