Massa yang menamakan diri Forum Masyarakat (Formas) Sari Rejo, datang dengan menggunakan beberapa unit bus, dan kendaraan pribadi lainnya, termasuk sepeda motor. Puluhan polisi yang sudah bersedia sejak pagi, langsung berjaga-jaga untuk melakukan pengamanan.
Begitu tiba di gedung DPRD Medan, Jl Kapten Maulana Lubis, satu mobil pick up yang membawa sound system segera memperdengarkan lagu-lagu dangdut. Massa kemudian berjoget di halaman gedung dewan sembari mengacung-ngacungkan sejumlah poster yang mengecam Walikota Medan Rahudman Harahap. "Berikan Hak Kami atas Sertifikat Tanah", "Badan Pertanahan Nasional Jangan Menjadi Mafia Tanah", dan "Pak Walikota dan Beni Basri Pasangan Preman Kota Medan."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun Badan Pertanahan Nasional (BPN) Medan masih belum menerbitkan sertifikat hak milik untuk warga," tukas Napitupulu, salah satu pendemo.
Dalam kasus ini, Walikota Medan Rahudman Harahap sudah berjanji akan membantu menuntaskan masalah setifikat tersebut, namun ternyata janji itu tak kunjung direalisasikan. Sebab itulah warga mengecam Walikota Medan yang dinilai hanya menjual janji.
(rul/trw)










































