"Sinisme Wiranto terhadap pemerintahan yang sah sekarang, bukan baru ini. Sejak dulu sudah begitu. Dari soal nasi aking hingga jalannya pemerintahan ini. Yang dikritik Wiranto bukan kebijakan, dan tak pernah berikan solusi untuk ikut mengentaskan kemiskinan, berantas korupsi, dan cegah demo-demo anarkistis," ujar Ramadhan kepada detikcom, Senin (5/3/2012).
Ramadhan tak senang disebut Wiranto sebagai politisi yang tak berkompetinsi. Dia menuding Wiranto adalah politisi zaman dulu, alias jadul.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ramadhan menduga Wiranto ada di balik demo terhadap pemerintahan SBY. Wiranto, menurut Ramadhan, harusnya menjaga stabilitas nasional.
"Menyangkut gerakan demo, kesan saya ada dugaan persetujuan Wiranto. Mestinya pak Wiranto cegah semua tendensi anarkisme di bangsa ini. Wiranto harus di garda depan bersama gerakan pro demokrasi mencegah dijatuhkannya pemerintahan sah di tengah jalan. Konstitusi dan stabilitas negara harus jadi tanggung jawab bersama, termasuk Wiranto," kata Ramadhan.
Dia mengimbau Wiranto untuk bersama semua pihak mencegah semua upaya menjatuhkan pemerintahan ini di tengah jalan. Taufik Kiemas dan petinggi PDIP, menurut Ramadhan, bahkan bisa menjaga komitmen agar pemerintahan ini tidak asal dijatuhkan,
"Semua elemen demokrasi harus kawal negeri ini dari anarkisme. Juga perlu diwaspadai indikasi dan dugaan gerakan perongrongan pemerintah dengan cara-cara inkonstitusional, harus dilawan, termasuk demo isu BBM. Saya kira publik ikut pantau semua aktivitas manifest dan terselubung para tokoh yang mungkin mengamini maupun berbuat lebih jauh,"tandasnya.
Ketua Umum Partai Hanura Wiranto menyesalkan pernyataan Wasekjen Partai Demokrat, Ramadhan Pohan, yang menuding dirinya dan para politisi Partai Hanura terlalu sering menyerang SBY. Namun, dia tak akan menempuh upaya hukum karena merasa kasihan pada Ramadhan.
"Saya justru merasa kasihan mendengarkan apa yang disampaikan oleh Ramadhan Pohan sebagai seorang aktivis partai. Tudingan itu merupakan pernyataan dangkal, tendensius dan tidak sesuai dengan realitas," ujarnya kepada wartawan di Solo, Sabtu (3/3/2012).
(van/mok)











































