Waspadai Cagub DKI yang Berhutang Pada Sponsor

Waspadai Cagub DKI yang Berhutang Pada Sponsor

Rivki - detikNews
Sabtu, 03 Mar 2012 19:37 WIB
Jakarta - Siapa pun yang jadi Gubernur DKI nanti dari kalangan parpol, seolah menjadi tawanan. Hal itu disebabkan iklim politik di DKI Jakarta yang kapitalistik. Harus ada gubernur yang berani melawan tradisi tersebut.

"Desain politik seorang gubernur tersandera pemilik kapital para sponsor sehingga menjadikan mereka tidak memperhatikan masyarakat," kata Burhanuddin usai diskusi 'Untuk Jakarta Lebih Baik' di Galeri Cafe, TIM, Jl Cikini Raya, Jakarta, Sabtu (3/3/2012).

Pemberian bantuan atau sumbangan dalam Pemilukada kepada para cagub, membuat para gubernur terpilih merasa berhutang dengan para sponsornya. Oleh karena itu, sang gubernur akan merasa pamrih kepada sponsornya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Oleh karena itu, yang dibutuhkan ialah gubernur yang mampu berkata tidak untuk sponsornya dana atasan politiknya," ucapnya.

Burhan berpendapat, hal tersebut dapat dicegah dengan membatasi pengeluaran dana kampanye. Menurutnya, hal tersebut perlu dilakukan untuk mencegah sistem politik kapitalis.

"Bagaimana kita dapat membatasi pengeluaran dana kampanye. Memang belum dirumuskan RUU Pemilukada. Tetapi itu salah satu hal yang mendesak," ucapnya.

(rvk/mad)


Berita Terkait