"Desain politik seorang gubernur tersandera pemilik kapital para sponsor sehingga menjadikan mereka tidak memperhatikan masyarakat," kata Burhanuddin usai diskusi 'Untuk Jakarta Lebih Baik' di Galeri Cafe, TIM, Jl Cikini Raya, Jakarta, Sabtu (3/3/2012).
Pemberian bantuan atau sumbangan dalam Pemilukada kepada para cagub, membuat para gubernur terpilih merasa berhutang dengan para sponsornya. Oleh karena itu, sang gubernur akan merasa pamrih kepada sponsornya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Burhan berpendapat, hal tersebut dapat dicegah dengan membatasi pengeluaran dana kampanye. Menurutnya, hal tersebut perlu dilakukan untuk mencegah sistem politik kapitalis.
"Bagaimana kita dapat membatasi pengeluaran dana kampanye. Memang belum dirumuskan RUU Pemilukada. Tetapi itu salah satu hal yang mendesak," ucapnya.
(rvk/mad)










































