"Kuburan itu ada premanisme, sekarang orang mau dimakamkan ke Jakarta harus berhubungan dengan premanisme," kata Pengamat Tata Kota, Yayat Supriatna, usai diskusi 'Jakarta Lebih Baik' di Galeri Cafe, Jl Cikini Raya, Jakarta, Sabtu (3/3/2012).
Yayat mengemukakan hal itu berdasarkan hasil penelitiannya di lapangan. Ia melakukan penelitian itu selama 5 tahun kebelakang, dan menemukan indikasi premanisme.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bentuk premanisme di sana lebih ke dana lokasi,dan untuk upaya percepatan proses. Memang mereka sudah ada dinas yang mengatur, tapi mereka tidak punya nyali hadapi preman-preman," kata Yayat.
Dengan demikian, lanjut Yayat, biaya pelayanan pemakaman di Jakarta akan menjadi lebih mahal. Hal itu disebabkan karena adanya dana mark up untuk preman tersebut.
"Dengan kata lain, kita mengalami disorganisasi struktur. Jadi orang sudah tidak melihat aturan sekarang, langsung mereka pakai jasa-jasa preman, biar lebih cepat," papar Yayat.
(rvk/ndr)










































