"Diperlukan komitmen-komitmen dari kementerian terkait untuk terjamin dari mata anggaran APBN. Kita memandang perlu untuk lebih intensif dan preventif terhadap infeksi baru dan kita berharap pada tahun 2012 zero new HIV infection," kata Menko Kesra, Agung Laksono, dalam keterangan pers di Kemenkes, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Jumat (2/3/2012).
Dia menjelaskan 10 provinsi yang angka penderita HIV/AIDS-nya tinggi yakni Jakarta, Papua, Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, NTB dan Riau. Menurut Agung, peningkatan HIV/AIDS di kalangan ibu ke bayi cenderung meningkat. Meski begitu bantuan-bantuan dan hibah internasional untuk penanggulangan HIV/AIDS secara bertahap akan dihentikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
penghasilan menengah). Oleh Global Fund kita dianggap sudah ada kemampuan urunan," imbuh Agung.
Dia menambahkan ada stigma diskriminasi pada orang dengan HIV/AIDS (ODHA), namun pengetahuan yang menyeluruh tentang bahaya HIV/AIDS masih tergolong rendah. "Yang diserang itu usia muda. Diharapkan dukungan dari daerah-daerah," lanjutnya.
"Harus insentif terhadap infeksi baru. Obat-obatan dari vaksin HIV yang selama ini masih diimpor diupayakan agar bisa diproduksi di dalam negeri agar lebih murah," sambung Agung.
(vit/nwk)











































