Lukman Hakim mengatakan beban Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang meningkat lantaran menanggung beban subsidi BBM harus disikapi arif para penyelenggara negara.
"Maka elite negeri ini, penyelenggara negara harus bersedia dipotong gajinya 10-15 persen," kata Lukman Hakim di Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (2/3/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka harus bersedia mengurangi haknya," tegas Lukman.
Menurutnya, opsi kenaikan harga BBM subsidi yang tengah digodok pemerintah merupakan opsi paling rasional untuk menekan beban APBN yang makin membengkak. "Kalau memang terpaksa harus menaikkan harga BBM, maka kebijakan itu harus didahului dengan adanya jaminan yang membuktikan yang memastikan adanya kompensasi yang jelas, yang langsung dirasakan dan dinikmati kelas lapis bawah," pungkasnya.
(fdn/vit)











































