Perampokan Toko Emas di Ciputat Direncanakan 3 Hari Sebelumnya

Perampokan Toko Emas di Ciputat Direncanakan 3 Hari Sebelumnya

- detikNews
Jumat, 02 Mar 2012 12:26 WIB
Perampokan Toko Emas di Ciputat Direncanakan 3 Hari Sebelumnya
Jakarta -

Para pelaku perampokan 4 toko emas di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan direncanakan tiga hari sebelum hari H. Sang perencana perampokan masih buron.

"Mereka merencanakan perampokan itu sejak Selasa (21/2)," kata Kasubdit Resmob Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Herry Heryawan, kepada detikcom, Jumat (2/3/2012).

Perampokan direncanakan oleh seorang pelaku yang masih buron. Mereka kemudian melakukan pemufakatan kejahatan dengan melakukan survei lebih dulu ke lokasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para pelaku kemudian menggambarkan posisi empat toko emas (Toko Emas Sinar Abadi, Toko Emas Ciputat Jaya, Toko Emas Dua Empat dan Toko Emas Subur Jaya) serta situasi di lokasi. Setelah melakukan survei, para pelaku kemudian membentuk tim hingga terkumpul sebanyak 12 orang.

12 Pelaku kemudian membagi-bagi tugasnya, mulai dari tim survei, penyedia peralatan kejahatan, eksekutor dan pengawas situasi yang stand by di lokasi hingga penjemput.

Sebagai alat transportasi untuk pergerakan itu, kawanan perampok ini menyiapkan dua unit mobil Toyota Avanza dan Toyota Rush serta empat unit motor. Kawanan ini juga menyiapkan empat pucuk senjata api untuk menakut-nakuti korban. Pada hari H, Jumat (24/2) sekitar pukul 10.30 WIB, para pelaku kemudian melancarkan aksinya.

Mereka kemudian bertemu di restoran cepat saji KFC, samping Ramayana, Ciputat, Tangerang Selatan. Dengan menggunakan motor, mereka kemudian menuju ke lokasi yang menjadi sasaran perampokan.

Di lokasi sasaran, para pelaku kemudian menggasak 10 kilogram emas senilai Rp 1,8 miliar. Usai merampok, kawanan ini kemudian melarikan diri ke Karangantu, Kota Serang, Banten ke sebuah save house yang disediakan tersangka Toni.

Setelah menghabiskan waktu selama dua hari, para pelaku kemudian menjual emas tersebut ke penadah. Uang hasil penjualan emas curian itu kemudian dibagi-bagi di Hotel Mahadria, Kota Serang, Banten.

Lima pelaku bernama Muhammad Ibrahim alias Wongso, Toni, Edi Sumartono dan Suratno alias Tono serta Arif Syarifudin ditangkap di Serang, Cirebon dan Bandung. Sementara tujuh lainnya, saat ini masih buron dan tengah dikejar petugas. "Pelaku tinggal delapan lagi yang belum tertangkap," pungkas Herry.

(/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini