Kemlu: JAT Dicap Teroris, Tidak Ganggu Hubungan RI-AS

Kemlu: JAT Dicap Teroris, Tidak Ganggu Hubungan RI-AS

Muhammad Taufiqqurrahman - detikNews
Jumat, 02 Mar 2012 12:20 WIB
Kemlu: JAT Dicap Teroris, Tidak Ganggu Hubungan RI-AS
Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) berpendapat penetapan Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) yang dipimpin Abu Bakar Ba'asyir sebagai organisasi teroris asing merupakan kebijakan nasional AS. Hal itu tidak mengganggu hubungan Indonesia dengan Amerika.

"Penetapan JAT sebagai organisasi teroris tidak menggganggu hubungan Indonesia-Amerika karena hubungan itu sendiri sangat luas, mulai hubungan sosial ekonomi, pertahanan, pendidikan yang sangat komprehensif," kata Juru Bicara Kemlu, Michael Tene, di Gedung Kemlu, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Jumat (2/3/2012).

Menurut dia, kebijakan Amerika memasukkan JAT ke dalam organisasi teroris merupakan kebijakan nasional Amerika dan implikasinya terkait pada hukum atau orang-orang yang ada di Amerika sendiri dan itu terjadi di wilayah hukum Amerika Serikat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tene mengatakan ancaman terorisme merupakan isu global dan sudah ada langkah yang dilakukan oleh masyarakat internasional.

"Khusus untuk Indonesia dalam upaya memerangi terorisme sudah sangat jelas, Indonesia merupakan negara paling berhasil, banyak pelaku terorisme yang diadili dalam proses hukum," kata Tene.

Deplu AS pada Kamis (23/2/2012) waktu setempat sebagaimana dilansir AFP, menyebutkan organisasi berusia 3 tahun itu berada di balik serangan bom di sebuah gereja di Jawa pada September 2011, serangan mematikan pada polisi-polisi, dan perampokan-perampokan bank yang bertujuan untuk mengumpulkan uang guna mendapatkan persenjataan dan material bom.

"JAT berusaha untuk mendirikan negara Islam di Indonesia, dan telah melakukan sejumlah serangan pada personel pemerintah Indonesia dan warga sipil untuk mencapai tujuan ini," kata Deplu AS dalam sebuah pernyataan.

JAT telah berkomentar atas penetapan itu dengan menyebut kebijakan AS itu ngawur.



(aan/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini