LSM Ditantang DPR Buat RUU TNI Tandingan
Selasa, 03 Agu 2004 16:53 WIB
Jakarta - DPR menantang beberapa LSM untuk membuat RUU TNI tandingan. Tujuannya agar usulan yang disampaikan bersifat konkret dan reformatif.Demikian yang mengemuka dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) antara Komisi I DPR RI dengan 5 LSM tentang RUU TNI di Gedung DPR/MPR Jakarta, Selasa (3/8/2004).Kelima LSM itu adalah Yayasan Jati Diri Bangsa, Propatria, Program Local Government Studies (Logos), Lembaga Studi Pertahanan dan Studi Strategis Indonesia, dan Lembaga Pengembangan Hukum dan Strategi Nasional."Kalau memang masih ada masalah substansif, kami menantang Anda untuk memberikan usul. Kalau memang usulnya reformatif, misalnya tentang komando teritorial yang banyak dipermasalahkan, ya usulnya kita terima," kata Ketua Komisi I DPR RI Ibrahim Ambong.Dia membantah adanya masalah prosedural seperti yang dinyatakan beberapa pihak menyangkut pembahasan RUU TNI."Saya tidak mengerti kenapa pembahasan RUU TNI dibilang nonprosedural. Bahkan ada pihak yang menyatakan keraguannya kepada DPR untuk menyelesaikan RUU ini dalam waktu 34 hari kerja. Menurut saya, masalah waktu tidak lah penting. Yang penting adalah substansi dari RUU tersebut," ujarnya.Ambong menegaskan, Komisi I sudah 5 tahun menggeluti masalah RUU TNI. Jadi bukan hanya sekarang ini. Biarpun ada Fraksi TNI/Polri, UU yang dihasilkan Komisi I semuanya reformatif, misalnya UU Pertahanan."Bagaimanapun ini adalah sebuah tugas untuk Komisi I. Jadi akan tetap kita selesaikan dan berjuang walaupun harus sampai malam hari," tukasnya.Wakil Ketua Komisi I DPR RI Effendi Choirie menambahkan, untuk usul yang memang ingin diberikan LSM, sebaiknya berupa usul yang konkret. "Seperti RUU tandingan, supaya hasilnya lebih reformatif," katanya.Dalam RDPU, LSM memang memberikan usulan secara lisan. Namun sifatnya lebih condong kepada kritik terhadap pasal per pasal RUU TNI. RDPU kali ini merupakan hari kedua. Hari pertama kemarin, RDPU dilakukan Komisi I bersama para pakar. Besok pada hari ketiga, RDPU akan dilakukan bersama dengan para purnawirawan TNI.
(sss/)











































