"Sejauh bisa dipertanggungjawabkan, saya kira tidak ada istilah merusak citra DPR," kata Ketua Baleg Ignatius Mulyono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (1/3/2012).
Menurut dia, kunjungan dilakukan menyangkut manajemen daerah kepulauan. Kunjungan menjadi penting karena Baleg membutuhkan data pembanding dari kedua negara tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kunjungan juga mendesak dilakukan. Baleg memandang studi literasi dapat dilakukan tapi tak bisa memenuhi data yang dibutuhkan DPR.
"Studi literasi dan masukan para ilmuan itu sebagai masukan yang kita kumpulkan. Kita perlu diskusi on the spot, kebutuhan yang faktual diperlukan juga," katanya.
(van/aan)











































