"Bisa saja, tapi harus berani. Siapa yang berani?" kata anggota tim reformasi birokrasi Erry Riyana Hardjapamekas usai diskusi di Universitas Paramadina, Jakarta, Kamis (1/3/2012).
Bila tidak dihapus satu generasi, pemerintah harus mengambil langkah lain. Harus ada peningkatan skill dan kemampuan dari para abdi negara itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun lebih dari itu, Erry merasa tak percaya bila benar-benar hanya 5 persen PNS saja yang benar-benar bisa bekerja untuk negara.
"Menyedihkan dong," tuturnya.
Sebelumnya Menteri PAN Azwar Abubakar menyebut bahwa hanya 5 persen PNS yang memiliki kompetensi. Di jajaran birokrasi terlalu banyak staf.
"Ini kan PNS ada atasan, ada staf. Staf itu banyak sekali. Di staf ini yang punya kompetensi tertentu itu hanya 5 persen," kata Azwar Abubakar di Istana Negara, Jl Veteran.
Penyebab utama minimnya kompetensi itu, kata Azwar, karena banyak PNS yang tidak ikut pelatihan. Padahal semua instansi sudah membuat sebuah program pelatihan teratur.
"Ada fungsional analisis jabatan, fungsional analisis kebijakan, seperti itu. Yang banyak kan umum. Umum itu kan tunggu perintah," jelasnya.
(ndr/nwk)










































