Flu Burung Serang 10 Kecamatan di Bima, 4 Ribu Unggas Mati Mendadak

Flu Burung Serang 10 Kecamatan di Bima, 4 Ribu Unggas Mati Mendadak

Kusmayadi - detikNews
Kamis, 01 Mar 2012 13:58 WIB
Flu Burung Serang 10 Kecamatan di Bima, 4 Ribu Unggas Mati Mendadak
Mataram - 10 Kecamatan di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), diserang flu burung atau virus H5N1. Dalam sepekan terakhir, sedikitnya 4 ribu ayam dan unggas di kabupaten ujung timur NTB itu mati mendadak. Belum ada laporan virus menjangkit ke manusia.

"Dari hasil uji sampel secara cepat, unggas-unggas tersebut positif flu burung. Tapi kita masih menunggu hasil uji laboratorium di Denpasar, Bali, biar lebih valid," kata Syamsul Hidayat Dilaga, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB, kepada detikcom, Kamis (1/3/2012).
 
Dilaga mengatakan, pihaknya telah mengirimkan tim kesehatan hewan dan petugas laboratorium ke Bima. Saat ini, tim juga terus melakukan penyemprotan desinfektan, terutama untuk kandang ayam milik warga yang menyatu dengan rumah.
 
"Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan. Belum ada laporan virus menjangkiti manusia," kata Dilaga.
 
Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Peternakan Bima, Baharuddin Usman, mengatakan semula flu burung hanya ditemukan di Kecamatan Soromandi, Wawo dan Madapangga pekan lalu. Namun virus itu kini menyebar ke 6 dari 18 kecamatan di Bima, yakni Bolo, Woha, Belo, Ambalawi, Langudu, Donggo dan Lambu.
 
"Temuan petugas kami dan laporan dari masyarakat, catatan kami sudah 4 ribu ekor ayam dan unggas yang mati," kata Baharuddin.
 
Dugaan sementara, virus tersebar seiring masuknya ayam dan unggas dari luar Bima. Sebab sebelumnya, virus tersebut tak ditemukan.
 
Untuk mengantisipasi penyebaran ke kecamatan lain, Dinas Peternakan meminta setiap ayam mati mendadak dibakar lalu bangkainya dikubur.
 
Baharuddin mengakui stok cairan desinfektan sangat terbatas. Penyemprotan desinfektan juga tidak merata, hanya fokus pada lokasi kejadian, sehingga tak bisa memutus mata rantai penyebaran.
 
"Obat semprot yang kita pakai itu kiriman dari Dinas Peternakan Provinsi. Di Bima, belum ada yang jual obat seperti itu," katanya.

(trw/nrl)


Berita Terkait