"Dikiranya saya anak kemarin sore diteror-teror begitu. Premanisme itu saya bilang disikat saja, jangan ada masuk-masuk DPR lagi," kata Sutan kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (1/3/2012).
Sutan berharap polisi segera mengusut motif pelaku. Apalagi kalau benar disuruh nagih hutang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sutan pun berjanji akan tetap kritis. Meski dia tahu, orang-orang yang tak suka dengannya yang melancarkan aksi ini.
"Nggak lah, macam mana pula saya takut. Tetap dorong. Terus terang Demokrat bukan partai preman, bukan partai koruptor. Walaupun ikut makan anak kandung. Nggak takut lah. Saya cuma takut sama Allah," tegasnya.
Ruang kerja Sutan di lantai 9 Gedung Nusantara I DPR dirusak seseorang bernama Akbar Hanafi (20). Akbar mengaku disuruh Hasyim, adik Nazaruddin sekaligus saudara M Nasir untuk menagih utang.
(van/ndr)











































