Dalam 3 Hari Terakhir Terjadi 4 Kali Kasus Bunuh Diri di Jakarta

Dalam 3 Hari Terakhir Terjadi 4 Kali Kasus Bunuh Diri di Jakarta

Nala Edwin - detikNews
Kamis, 01 Mar 2012 10:51 WIB
Dalam 3 Hari Terakhir Terjadi 4 Kali Kasus Bunuh Diri di Jakarta
Jakarta -

Peristiwa bunuh diri makin sering terjadi akhir-akhir ini. Dalam tiga hari terakhir terjadi empat kali kasus bunuh diri di kawasan Jakarta. Pelaku bunuh diri memiliki profesi beragam, mulai dari auditor, ibu rumah tangga hingga pelajar SMP.

Peristiwa bunuh diri pertama dan cukup menyita perhatian adalah kasus auditor Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Dede Purnama. Dede memilih mengakhiri hidupnya dengan melompat dari lantai 12 Gedung BPKP, Pramuka, Jakarta Timur, Selasa (28/2) sekitar pukul 10.00 WIB.

Tubuh Dede terjatuh di depan lobi gedung tersebut. Sebelum lompat, Dede sempat merokok di lantai yang digunakan sebagai smoking area di lantai 12. Hingga kini penyebab bunuh diri Dede masih misterius.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasus bunuh diri kedua terjadi pada hari yang sama, Selasa (28/2), pukul 17.00 WIB. Seorang laki-laki ditemukan tewas gantung diri di rumah kontrakannya di Jl Cipinang Cempedak, Jakarta Timur. Pria ini gantung diri dengan tali yang diikatkan di langit-langit rumahnya. Belum diketahui alasan pria berusia 30 tahun ini mengakhiri hidupnya.

Kasus bunuh diri ketiga terjadi Rabu (29/2/2012). Seorang ibu rumah tangga, Yayat Rohayati (50), nekat gantung diri di kediamannya Kampung Bulak Sentul RT 11/17, Harapan Jaya, Bekasi Utara, Kota Bekasi. Rohayati menggantung dirinya di dalam kamar mandi. Rohayati diduga mengakhiri hidupnya karena kesulitan ekonomi.

Peristiwa bunuh diri lainnya dilakukan RS (15), pelajar di SMP Negeri 141. RS tewas ditemukan tewas dengan cara gantung diri di kamar mandi rumahnya yang terletak di Jl Damai Sejahtera I, RT 4/1, Pesanggrahan, Jaksel. Hingga kini kasus bunuh diri RS masih diselidiki oleh Polsek Pesanggrahan.

Dr Irmansyah, SpKJ (K), Direktur Bina Kesehatan Jiwa Kemenkes, pernah menyatakan, depresi berat, putus asa, perasaan tidak dihargai, tidak diperhatikan dan tidak berguna, seringkali menjadi alasan orang untuk bunuh diri. Namun bunuh diri sebenarnya bisa dicegah karena sebelum orang melakukan bunuh diri ada tanda-tanda yang biasa diperlihatkan. Orang yang bunuh diri seringkali juga mengutarakan niatnya.

Selain mengutarakan niatnya, dr Tun Kurniasih Bastaman, SpKJ, menyatakan ada tanda-tanda lain yang harus diwaspadai sebagai tanda-tanda bunuh diri (suicidal gesture), yaitu:

1. Perubahan perilaku yang mencolok, misal tiba-tiba menjadi pendiam atau sering mengurung diri di kamar.
2. Perubahan kepribadian, seperti mudah marah, cemas berlebihan.
3. Sering berpikir tentang kematian
4. Mencari-cari model untuk bunuh diri
5. Mencoba model bunuh diri
6. Menulis surat wasiat

(nal/nrl)


Berita Terkait