Melalui Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Rosa menyampaikan bahwa dia sakit. Tapi, muncul juga seribu tanya dan seribu dugaan, benarkan Rosa benar-benar sakit? Ada apa dengan Rosa?
"Sejak Senin (27/2) kondisi kesehatan Rosa menurun karena sakit bawaannya sejak lama," demikian anggota LPSK, Lili Pantauli, memberikan keterangan dalam siaran pers.
Bila Rosa datang dan hadir dalam sidang konfrontir, bisa dibayangakn fakta persidangan yang akan terungkap. Perbincangan di publik dan juga dokumen di persidangan, percakapan BlackBerry Messenger (BBM) keduanya menyimpan misteri.
Rosa menjamin kebenaran isi percakapan BBM dengan Angie pada 2010 lalu yang berisi istilah 'Apel Malang', 'Apel Wahington', 'Bos Besar', dan 'Ketua Besar' terkait Wisma Atlet. Sedang Angie membantah mentah-mentah isi percakapan BBM itu. Konfrontir keduanya akan menguak siapa yang berbohong.
Tapi ya itu tadi, LPSK menyebut Rosa sakit. Walau sebelumnya Rosa mengaku siap hadir pada sidang pagi ini, namun entah bagaimana Rosa mengaku tidak sangggup. Sakitnya kambuh.
"Karena kondisinya yang sedang sakit, pemanggilan Rosa sebagai saksi untuk kasus lain, hari ini juga tidak dihadirinya," jelas Lili.
Lili juga menepis tudingan miring ada rekayasa tertentu dalam sakitnya Rosa. Lili menegaskan sudah jelas tugas LPSK adalah mendorong saksi dan korban agar berani memberikan kesaksian dalam proses penegakan hukum. Jadi tudingan miring terkait Rosa pada LPSK sangat tidak beralasan.
"Kehadiran LPSK guna mendorong proses perlindungan saksi guna mendorong reformasi sistem peradilan pidana dan mengembalikan kepercayaan masyarakat pada penegakan hukum terutama pada perlindungan saksi dan korban," timpal Ketua LPSK Abdul Haris Semendawai.
(ndr/nvt)











































