Pengacara Ayung, Carel Ticualu saat dikonfirmasi tidak membantah adanya informasi itu. "Iya, memang dia punya keinginan untuk bisa mendapatkan proyek tersebut," kata Carel kepada wartawan di Jakarta, Kamis (28/2/2012) malam.
Pendapat Ayung, jembatan tersebut dapat ia bangun dengan harga yang relatif murah. Bahkan, menurut informasi dihimpun detikcom, untuk proyek jembatan yang nantinya menghubungkan Jakarta-Sumatera itu, Ayung telah melakukan survey harga. "Iya kalau hitung-hitungan ada lah," kata Carel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari sejumlah sumber, sebagai orang yang dikenal jago melobi, Ayung mengaku sudah merapat ke sejumlah bank dan kontraktor. Bahkan Ayung sudah melobi-lobi sindikasi bank dan kontraktor dari China.
Bisnis Ayung memang berkembang pesat sejak tahun 2005 silam. Selain membangun PT Sanex Steel, Ayung juga tengah mengembangkan usaha tambang permata yang sudah memasuki tahap perizinan di Kalimantan Selatan.
Sebagai pengusaha, Ayung memiliki kemauan yang sangat besar untuk mengembangkan usahanya itu. Bisnis PT Sanex Steel yang kemudian berubah nama menjadi PT Power Steel Mandiri, bergerak di bidang peleburan besi berkembang dan membuat besi beton.
Dikabarkan untuk proyek jembatan Selat Sunda, Ayung telah mengkalkulasikan nilai proyek tersebut sehingga ia berkeyakninan dapat bersaing dengan pesaing-pesaingnya. Menurut informasi, Ayung bahkan telah menggembar-gemborkan ke sana ke mari akan keoptimisannya dia dalam mendapatkan proyek tersebut. Hal ini dimungkinkan membuat pesaing bisnis Ayung ketar-ketir. Lalu, apakah kematian Ayung terkait dengan proyek Jembatan Selat Sunda?
"Dia bisa bersaing dengan siapa pun, oleh karena itu dia ambil. Apakah karena itu, wallahualam," jawab Carel.
Ayung ditemukan tewas di kamar 2701 Swiss-Belhotel, Sawah Besar, Jakarta Pusat pada Selasa 27 Februari 2012 lalu. Lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus terbunuhnya warga Surabaya, Jawa Timur itu.
Polisi telah menetapkan lima tersangka dalam kasus tersebut. Menyusul kemudian, John Kei yang ditangkap di Hotel C'One, Pulomas, Jakarta Timur pada Jumat (17/2) malam lalu.
(mei/ndr)











































