9 Aktivis JAT Ditolak Kedubes AS

9 Aktivis JAT Ditolak Kedubes AS

- detikNews
Rabu, 29 Feb 2012 11:55 WIB
9 Aktivis JAT Ditolak Kedubes AS
Jakarta - Sembilan aktivis Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) yang mendatangi Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat, untuk menyampaikan klarifikasi mengenai tudingan JAT sebagai organisasi teroris, ditolak oleh pihak kedutaan. Penolakan itu dinilai JAT sebagai bentuk sikap Amerika yang pengecut.

"Kami hanya ingin menyampaikan klarifikasi mengenai tudingan Amerika mengenai JAT yang digolongkan sebagai organisasi teroris. Tapi mereka menolak klarifikasi kami. Penolakan ini menandakan bahwa mereka pengecut," ujar Juru Bicara JAT, Son Hadi, kepada wartawan di seberang jalan di depan Kedubes AS, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (29/2/2012).

Para aktivis JAT mendatangi Kedubes AS sekitar pukul 09.00 WIB. Namun oleh aparat kepolisian, mereka dilarang mendekat ke kedutaan. Mereka pun begerombol di seberang jalan depan Kedubes AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di tempat itu, mereka meminta ada pihak perwakilan Kedubes yang menerima rilis dan klarifikasi mereka. Jika pun tak ada perwakilan yang mau menemani, mereka meminta ada satu orang dari mereka yang diperbolehkan masuk ke dalam kedutaan dengan pengawalan polisi.

Namun setelah menunggu sekitar 2 jam, pihak kedutaan menyatakan penolakan melalui aparat kepolisian yang memediasi pertemuan itu.

"Mereka menolak, Pak. Katanya, kalau Bapak ingin menyampaikan klarifikasi, silakan serahkan ke Kemlu Indonesia. Nanti pihak Kemlu yang menyerahkan klarifikasi itu ke kedutaan," kata salah seorang polisi.

Mendengar penolakan itu, aktivis JAT lalu membubarkan diri sampil menyampaikan kekecewaannya. "Kok takut banget, padahal kami hanya ingin menyampaikan klarifikasi. Kan nama saya juga masuk dalam list mereka. Mereka bilang ada rekening saya yang dibekukan di Amerika. Itu semua tidak benar," kata Son Hadi.

Sebelum bubar, aktivis JAT melakukan doa bersama di bawah hujan rintik yang mengguyur Jakarta. Dalam doa mereka, mereka meminta agar Amerika dikutuk dan dilaknat atas tindakannya terhadap kaum muslimin di dunia.

(gun/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads