"PKS menolak kenaikan harga BBM. Itu membebani rakyat, setelah itu kompensasinya BLT itu sangat tidak seimbang," kata Sekjen PKS Anis Matta, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (29/2/2012).
Menurut Anis, partai pemerintah sama saja berkampanye. Karena BLT kala itu juga diklaim sebagai kampanye pileg dan pilpres oleh partai berkuasa.
"BLT itu kan kampanye, itu jelas sekali," kata Anis.
Menurutnya, BLT memang bisa membuat masyarakat diam dan tak memprotes kenaikan harga BBM. Namun jelas baginya, ada upaya menjadi pahlawan setelah membebani masyarakat.
"Jadi setelah memindahkan beban kepada rakyat, pemerintah muncul sebagai sinterklas," kata dia.
(van/mpr)











































