"Dia lagi ngerjain masalah audit Kementerian Kehutanan. Tapi itu pun bukan masalah. Teman pernah nanya ngerjain apa, ya itu," ujar Kapolsek Matraman Kompol Djoko Santoso saat dihubungi detikcom, Rabu (29/2/2012).
Djoko menjelaskan sudah ada 4 saksi dari teman-teman sejawat Dede di BPKP yang dimintai keterangan. Dari saksi-saksi tersebut belum ada keterangan mengarah ke motif bunuh diri Dede.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Djoko, teman-teman Dede mengaku sosok pria lulusan STAN angkatan 1998 itu dikenal pendiam. Sehingga teman-temannya tak banyak tahu permasalahan apa yang tengah diderita Dede.
Polisi sudah mengecek telepon seluler milik Dede. Namun dilihat dari isi HP tersebut tidak ada kata-kata mencurigakan yang mengarah ke motif bunuh dirinya.
"Kita lihat HP-nya dan SMS-nya biasa-biasa saja," ungkapnya.
Polisi masih terus menelusuri motif bunuh diri Dede dengan mencari akun jejaring sosial yang dimilikinya. Pada Sabtu (25/2), Dede memang sempat pulang ke Ciamis untuk menjenguk ayahnya yang sedang sakit.
"Memang Sabtu itu dia pulang ke kampung halamannya karena orangtuanya stroke masuk rumah sakit," imbuhnya.
Sementara keluarga belum bisa dimintai keterangan karena dalam keadaan berkabung.
"Siapa tahu di akunnya itu dia ada cerita ke temannya soal masalah keluarga atau pribadi. Itu masih kita cari," ucapnya.
Di Facebook, Dede menggunakan akun Tjahja Poernama. Di situ dia menulis sebagai aktivis 'Black Death Victory' sejak 2011. Tertulis juga 'Don't be afraid with the death'. Dalam FB-nya itu Dede menyebut dirinya adalah auditor pemerintah yang juga penggemar pingpong. Sedangkan informasi lainnya hanya bisa dibuka oleh jejaringnya saja alias terkunci untuk publik.
(gus/nrl)











































