Si pelaku dalam keterangan kepada pihak pengamanan dalam DPR mengaku diminta seorang bernama Hasyim untuk menagih hutang kepada Sutan. Namun Sutan jelas-jelas membantah, dirinya tak punya masalah, apalagi hutang dengan orang bernama Hasyim.
Lagipula pantaskah Akbar yang mengaku disuruh Hasyim menagih hutang anggota DPR dengan mengobrak-abrik ruangannya? Kejadian 'menagih hutang' secara kasar ini juga barangkali pertama dalam perjalanan sejarah DPR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi Sutan, sulit untuk tidak menghubungkan pencorengan citranya itu dengan dua orang tersebut. Namun Sutan tak ingin berpolemik lebih jauh, dan memilih menyerahkan kepada polisi untuk menyelesaikan melalui jalur hukum.
"Karena selama ini saya nggak punya masalah dengan Nasir, nggak punya masalah dengan Nazaruddin. Saya nggak punya masalah dengan siapa-siapa," kata Sutan kepada detikcom, Rabu (29/2/2012).
Sutan memang selama ini dikenal keras mendorong kasus Nazaruddin segera dituntaskan. Dia selalu menyerukan pidato SBY menyangkut bersih-bersih internal PD yang bisa saja memakan korban anak kandung sendiri.
Baru-baru ini Sutan juga bersuara keras di internal FPD untuk menggeser Nasir yang telah menyalahgunakan wewenang Komisi III DPR untuk menjenguk Nazaruddin. Alhasil, M Nasir saat ini menduduki kursi komisi XI DPR.
Banyak hal politis yang bisa jadi sangat terkait dengan aksi kekerasan di ruang kerja Sutan ini. Tapi, motif utamanya hingga saat ini masih tanda tanya besar.
"Saya benar-benar tidak tahu,"keluh politisi yang kerap melontarkan kata "ngeri-ngeri sedap" ini.
Polisi pun telah memproses kasus ini. Meski demikian FPD DPR ada rencana resmi melaporkan ke pihak berwajib dengan pasal pengrusakan dan pencemaran nama baik.
(van/mpr)











































