Teten: Jaksa Agung Diganti, Rakyat dan Mega Untung
Selasa, 03 Agu 2004 13:23 WIB
Jakarta - Reshuffle kabinet, termasuk posisi Jaksa Agung memang masih isu. Tapi kalau benar, rakyat akan diuntungkan. Pamor Mega juga bisa jadi bagus.Hal itu disampaikan Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Teten Masduki menjawab pertanyaan wartawan tentang isu akan ada reshuffle kabinet, termasuk posisi Jaksa Agung yang kini dijabat MA Rachman."Itu bagus, karena desakannya dari dulu, terutama masyarakat yang mendambakan penegakan hukum. Rakyat akan diuntungkan," katanya di Kantor Panwaslu, Century Tower, jalan HR Rasuna Said Kuningan Jakarta Selatan, Selasa (3/8/2004).Waktunya tinggal sedikit lagi, apa masih efektif? tanya wartawan. "Ya tidak apa-apa, toh Baharuddin Lopa juga diganti saat injury time," ujar Teten.Mengenai siapa yang sebaiknya menduduki posisi Jaksa Agung, Teten berpendapat, akan lebih baik diisi orang dari luar kejaksaan. Kalau memang jaksa agung diganti, itu bisa memperbaiki pamor Mega."Justru kita bisa lebih mengerti. Dan yang paling dasar, harus ada perubahan, yakni reorientasi kejaksaan sebagai penegak hukum, bukan penghambat pengusutan kasus-kasus korupsi. Output-nya juga harus jelas, seperti SP3-SP3 kasus korupsi harus dicabut lagi," demikian Teten.Isu reshuffle dipicu dari pertemuan antara Presiden Mega dengan pakar hukum pidana Prof DR Ahmad Ali. Ahmad Ali mengaku dipanggil Mega secara khusus. Spekulasi menyebutkan Ahmad Ali akan menggantikan MA Rachman sebagai jaksa agung. Namun menurut Ahmad Ali, tidak ada pembicaraan soal reshuffle dengan Mega.
(sss/)











































