"Pada dasarnya kami tidak ingin berperang, karena Islam cinta damai. Tetapi jika kita dipaksa berperang, maka kami akan menjawab ajakan tersebut," ujar Duta Besar Iran untuk Indonesia, H.E Mahmoud Farazandeh.
Hal tersebut dikatakannya usai menghadiri acara konfrensi pers 'Pekan Budaya Iran' di jalan HOS Cokroaminoto 110, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (28/2/2012).
Farazandeh memberikan contoh, pada masa pemerintahan Presiden Irak, Saddam Hussein. Iran ditekan selama 23 tahun oleh negara itu dan berakhir pada kejatuhan Saddam.
"Masyarakat Iran memiliki rasa sabar yang begitu tinggi." kata Farazandeh.
Farazandeh berharap, pihak-pihak yang selama ini memusuhi Iran, tidak melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Saddam Hussein.
"Jika tidak ingin bernasib sama dengan Saddam," ucapya.
(fiq/mpr)











































