Usai Diperiksa, Kepala Imigrasi Soekarno-Hatta Tolak Berkomentar

Usai Diperiksa, Kepala Imigrasi Soekarno-Hatta Tolak Berkomentar

- detikNews
Selasa, 28 Feb 2012 16:53 WIB
Jakarta - Pemeriksaan Kepala Kantor Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta, Rochadi Iman Santoso di ruang penyidik Subdit Keamanan Negara (Kamneg) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Mentro Jaya, hanya berlangsung singkat.

Rochadi, saat dikejar wartawan untuk diwawancara, menolak berkomentar. "Nggak, nggak. Ke humas saja," kata Rochadi usai diperiksa, kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (28/2/2012).

Rochadi hanya menjawab pertanyaan wartawan mengenai kondisi kesehatannya. "Baik," ujarnya singkat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rochadi kemudian berlalu masuk kembali ke ruang tahanan diantar oleh dua orang penyidik.

Pemeriksaan Rochadi hanya berlangsung sekitar 50 menit. Rochadi yang masuk ke ruang pemeriksaan sekitar pukul 15.20 WIB, kembali lagi sekitar pukul 16.10 WIB.

Saat itu, pria bertubuh tambun itu mengenakan kaus berwarna hitam dan celana pendek dengan warna yang sama. Kepalanya ditutupi peci warna putih dan kakinya hanya beralaskan sandal jepit.

Rochadi ditahan di Mapolda Metro Jaya sejak Jumat 24 Februari 2012 lalu. Ia ditahan atas dugaan tindak pidana pemalsuan surat dalam dokumen atau surat keterangan perlintasan di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng atas nama Toh Ke Ng Siong. Surat tersebut diterbitkan Rochadi atas permintaan pihak kuasa hukum Siong pada 25 Maret 2011 lalu.

Dalam surat perlintasan itu, tercatat bahwa Siong pernah datang dan keluar dari Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta tanggal 5-6 Agustus 2011 lalu dengan menggunakan pesawat Tiger dan kepergiannya dari Indonesia menggunakan pesawat KLM Royal Dutch.

Penyidik berkeyakinan bahwa surat tersebut adalah palsu. Pasalnya, dari keterangan saksi Kementerian Hukum dan HAM dan pihak maskapai penerbangan, polisi mendapatkan bukti bahwa Siong tidak pernah menggunakan pesawat tersebut pada tanggal 5-6 Agustus 2011.

Kepada penyidik, Siong beralasan bahwa hal itu terjadi karena kesalahan anak buahnya, Alexander dalam peng-input-an data pada komputer. Namun, penyidik hingga kini masih menggali keterangan Rochadi itu.

(mei/gun)


Berita Terkait