"Kamis lusa akan dipanggil pertama si tersangkanya sendiri yang inisialnya DW. Yang kedua, DA, atau istri DW," ujar Kapuspenkum Kejagung Noor Rahmad di Kejagung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Selasa (28/2/2012).
Menurut Noor, selain Dhana dan DA, pihaknya juga akan memeriksa pejabat dari Itjen Kemenkeu. Namun dia tidak menyebut nama pejabat tersebut. Pihaknya juga akan memeriksa Jamal, karyawan PT Mobilindo, showroom milik Dhana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Noor menepis isu bahwa kasus Dhana lebih besar dari kasus Gayus Tambunan. Dia juga tidak mau menyebut dari mana Dhana mendapatkan gratifikasi.
"Jangan mengandai-andai. Itu nggak betul. Beri kesempatan tim yang sedang berjalan. Nanti kita lihat penyidikannya," kata Noor.
"Hasil sitaan kemarin berapa nominalnya?" cecar wartawan.
"Dalam minggu ini masih mau dievaluasi hasil penyitaannya. Nanti akan diketahui jumlahnya berapa," jawabnya.
Seperti diketahui Dhana telah dijadikan tersangka oleh Kejagung sejak 16 Februari 2012. Kejagung juga telah memohon kepada Imigrasi untuk mencekal Dhana ke luar negeri. Dan atas permintaan itu, per 21 Februari 2012 Imigrasi mencekal Dhana selama 6 bulan. Dhana dijerat dengan pasal 2, 3, dan 5 UU Tindak Pidana Korupsi.
Namun, dari kondisi rumah yang dimiliki Dhana, agak janggal juga bila dia seorang miliarder sebagaimana Gayus Tambunan. Dari catatan Imigrasi, Dhana juga jarang ke luar negeri. Dari Desember 2010-November 2011, Dhana tercatat hanya dua kali ke luar negeri: ke Arab Saudi dan Singapura.
Berikut tanggapan Dhana terkait tudingan kasus korupsi oleh Kejagung:
"Kasus ini tidak berhubungan sama sekali dengan istri saya, melainkan murni permasalahan pribadi saya terkait dengan transaksi dalam rekening saya yang dinilai tidak sesuai dengan exposure gaji saya sebagai PNS.
Saya sungguh kaget kesimpangsiuran berita yang beredar saat ini apalagi mengaitkan dengan institusi DJP (Ditjen Pajak) di mana kebetulan istri saya bertugas. Sangat tidak relevan masalah ini dikaitkan dengan kasus Gayus Tambunan.
Mengenai rekening/transaksi yang saya miliki dapat dijelaskan dengan usaha yang saya miliki tetapi tidak dengan nilai fantastis seperti yang beredar. Apalagi terkait rekening isteri saya yang hanya berisi gaji."
(nik/nrl)











































