Assistant Manager External Relation PT Pertamina Region I, Fitri Erika menyatakan, pengalihan suplai dilakukan segera untuk memastikan ketersediaan BBM di sebagian wilayah Mandailing Natal.
"Suplai reguler untuk Mandailing Natal biasanya melalui Terminal BBM Sibolga, Sumut. Nah, karena jembatan tidak bisa dilalui, suplai kemudian dialihkan melalui Terminal BBM Teluk Kabung, Sumatera Barat," ujar Erika di Medan, Selasa (28/2/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengalihan suplai ini juga berpengaruh terhadap durasi dan jarak tempuh distribusi BBM yang menggunakan mobil tangki. Jarak tempuh normal selama ini dari Sibolga menuju Mandailing Natal rata-rata sekitar enam jam, sementara dari Teluk Kabung di Padang, Sumbar menuju Mandailing Natal jarak tempuh menjadi 14 jam.
"Tetapi hal ini tidak masalah, yang penting ketersediaan BBM terutama jenis premium dan solar tetap terjaga dan masyarakat terpenuhi kebutuhannya. Jika jembatan sudah bagus kembali, maka suplai BBM akan dilakukan seperti biasa lagi," ujar Erika.
Jembatan Aek (Sungai) Ranto Puran di Desa Gunung Tua, Kecamatan Panyabungan Kota, Mandailing Natal, rusak setelah dihantam banjir yang terjadi Minggu (26/2/2012) lalu, sekitar pukul 20.00 WIB. Jembatan tersebut merupakan bagian dari Jalur Lintas Sumatera yang menghubungkan Provinsi Sumut dan Sumbar.
(rul/try)











































