Bank Maluku Diancam Bom, Polisi Temukan Peluru
Selasa, 03 Agu 2004 11:26 WIB
Ambon - Sekitar pukul 09.00 WIT, Selasa (03/08/2004) Bank Maluku, Ambon diteror bom. Teror bom ini bermula dari seorang penelepon yang mengaku telah meletakkan bom di bank itu. Bom itu akan diledakkan pukul 10.00 WIT. Lewat telepon, orang tidak dikenal itu juga meminta semua pegawai untuk segera keluar dari gedung tersebut. Awalnya, pihak bank santai saja menghadapi ancaman seperti ini yang memang kerap terjadi. Namun, selang 10 menit berikutnya, orang misterius itu menelepon bank lagi. Kali ini si penelepon mengatakan tidak akan main-main dengan ancaman tersebut. Atas ancaman kedua kalinya ini, pihak bank yang mendapat ancaman itu langsung bertindak sigap melaporkan hal ini kepada Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease. Mendapat laporan itu, tim reskrim Polres langsung menuju TKP.Kendati mendapat ancaman bom, para pegawai Bank Maluku mengaku tidak panik dengan ancaman si penelepon. Bahkan aktivitas bank tetap berjalan normal, seolah-olah tidak ada aksi teror bom. Begitu juga saat tim reskrim melakukan penyisiran, para pegawai Bank Maluku juga tampak tetap melakukan aktivitas kerjanya. Beberapa saat kemudian, tim reskrim Polda Maluku langsung memasang police line. Saat dilakukan penyisiran, polisi menemukan dua pak amunisi kaliber 38 buatan PT Pindad di Lantai 2 ruang kerja alternatif pegawai kantor pusat bank Maluku. Satu dari dua dus amunisi itu, masih dalam keadaan utuh berisikan 50 butir peluru. Sedangkan satu dus lainnya tersisa 10 butir peluru.Kapolres AKBP Leonidas Braskan yang langsung memimpin aksi penyisiran tersebut sempat menginterogasi beberapa pegawai Bank Maluku seputar kepemilikan amunisi itu. Sayangnya pegawai Bank Maluku melakukan aksi diam.Tim Polres langsung mengamankan dua dus amunisi di Mapolres guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut. "Kami akan lakukan penyelidikan lanjut tentang kepemilikan amunisi itu," kata Braskan.Penyisiran kemudian dilakukan tim jihandak Polda Maluku. Hingga 15 menit penyisiran, aparat tidak temukan bom. "semua sudah dilakukan penyisiran, baik oleh tim polres maupun Jihandak. Kenyataannya tidak ditemukan satu pun bom sebagaimana ancaman itu. Semuanya steril dan tidak ada bom yang diletakan di sini (Bank Maluku)," kata Braskan memastikan.Walaupun demikian, Kapolres mengaku akan melakukan penyelidikan terhadap motif ancaman bom tersebut.
(asy/)











































