"Yang jelas kami anti korupsi. Katakan tidak, katakan tidak pada korupsi, Partai lain, mana ada? Abu-abu semua. Bahkan anak kandung sendiri kami serahkan proses hukum. Kadang-kadang memakan anak kandung sendiri, ada kader-kader kita yang potensial, yang muda. Seharusnya yang muda yang berkarya, ternyata kena juga tu barang, itulah yang saya katakan anak kandung,"kata Sutan.
Hal ini disampaikan Sutan kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (28/2/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejak mulai munculnya Nazaruddin, kemudian kena Angie, kemudian mulai 8 bulan ini sudah mulai terus-terusan kena badai, otomatis kita hadapi itu, salah satunya adalah bersih-bersih,"kata Sutan.
Komisi Pengawas PD pun bergerak. Tak seperti partai lain yang menurut Sutan kurang tegas memberi sanksi kader bermasalah.
"Kemudian memperkuat Komisi Pengawas, tadinya Dewan Kehormatan hanya pasif, ADART ada Komisi Pengawas langsung dihidupkan, pro aktif, kan sudah jalan. Kader-kader partai dinilai mana yang layak dan tidak, mana cocok di posisi apa sedang dilihat, dan kita punya model sendiri, bukan langsung gebyah uyah bikin gaduh, namanya kan berpolitik, besih cerdas dan santun, pelan-pelan," terangnya.
Saat ini, imbuh Sutan FPD bahkan mempersiapkan rotasi besar-besaran. Bisa saja menggeser pimpinan fraksi bahkan pimpinan komisi yang tersangkut kasus ini.
"Kan ada beberapa sudah mulai diubah, nanti ditingkat ketua komisi, fraksi juga kena rotasi. Ini lagi dijalankan. Saya kira semua akan dirotasi, sekarang sistem lagi berjalan. Ini tidak untuk pusat saja, dari pusat sampai daerah. Mudah-mudahan ini cara yang jitu untuk membut Partai Demokrat diperhatikan orang," jelasnya.
(van/gun)











































