Fahmi Idris: Akbar Tak Perlu Khawatir & Merasa Dilangkahi
Selasa, 03 Agu 2004 10:42 WIB
Jakarta - Sejumlah pengurus Golkar bertemu cawapres Partai Demokrat Jusuf Kalla tanpa sepengetahuan Akbar Tandjung. Namun, menurut Fahmi Idris, Akbar tak perlu khawatir dan merasa dilangkahi karena selaku Ketua umum Golkar tak diberitahu lebih dahulu."Ini kan pertemuan sesama kader Golkar. Tiap hari ada pertemuan di DPR, bahkan lintas fraksi, tanpa memberitahu ketua umum. Kebetulan Pak Kalla cawapres," kata Fahmi dalam perbincangannya dengan detikcom, Selasa (3/8/2004) pagi.Fahmi, salah seorang Ketua DPP Golkar dan turut hadir dalam pertemuan, menambahkan, "Sekali ini pertemuan biasa antar kader Golkar. Kebetulan dia (Kalla) cawapres. Bagaimanapun kita mengutamakan dia sebagai kader Golkar."Jadi, Akbar tak merasa perlu dilangkahi? "Tidak perlu khawatir atau merasa dilangkahi. Bahkan dalam pertemuan saya buka dengan mengatakan dalam rapat harian terakhir, sekitar 10 hari lalu, Pak Akbar mempersilakan kita untuk melakukan penjajakan."Untuk diketahui sebelum sejumlah pengurus Golkar bertemu Jusuf Kalla, Akbar Tandjung telah menerima kunjungan capres PDIP Megawati. Hal ini lah yang dinilai Akbar bisa mengesankan adanya perpecahan di Golkar. Apalagi, pertemuan itu tanpa sepengetahuannya.Ketika disinggung soal pernyataan Akbar bahwa pertemuan tersebut bisa mengesankan perpecahan, Fahmi membantahnya. Sebab Golkar belum mengambil keputusan mendukung pasangan capres-cawapres tertentu dalam pemilu presiden putaran kedua."Perpecahan itu apa? Kalau partai sudah mengambil keputusan, misal partai sudah mengambil keputusan mendukung Hamsah Haz dan saya mendukung Amien Rais (sekedar contoh, red), itu bisa disebut perpecahan. Ini kan baru penjajakan," ujar Fahmi.Sebenarnya kecenderungan koalisi Golkar kemana? "Kecenderungan Akbar ke Mega. Maka agak gusar. Kalau yang hadir kemarin Hasyim Muzadi (cawapres PDIP) pasti Akbar tak gusar," jawab Fahmi dengan nada bercanda.Kalau kecenderungan pengurus Golkar lainnya? Soal ini Fahmi belum bersedia menjelaskan secara rinci. Hanya dijelaskan, sikap Golkar dalam pemilu presiden putaran kedua akan dibahas dalam rapat pimpinan partai Golkar.
(gtp/)











































