"Sikap Demokrat jelas mendukung pembangunan gedung baru KPK," tegas Ketua Komisi III DPR dari FPD, Benny K Harman, dalam rapat kerja Komisi III dengan KPK di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (27/2/2012).
Pandangan senada disampaikan anggota Komisi III DPR dari FPD Ruhut Sitompul. Ruhut berharap dengan gedung yang lebih representatif, kinerja KPK lebih baik.
"Karena itu Pak, agar kerja KPK semakin paripurna. Tapi jangan partai kami saja Pak," kata Ruhut.
Ia juga mendukung KPK memiliki LP sendiri. Mengingat LP yang ada saat ini terlampau banyak masalah.
"Saya lebih percaya LP KPK ketimbang LP lainnya," tandasnya.
Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas memaparkan kasus suap wisma atlet adalah kasus yang menuntut waktu panjang. Kalau mau lekas tuntas, SDM KPK harus ditambah, agar tak ada partai tersandera.
"Mengenai saudara Nazaruddin ada 31 kasus dengan nilai proyek Rp 6,7 triliun ini terus kami kembangkan. Ketika kasus Nazaruddin kami temukan, kami memperdalam. Kasus wisma atlet ini sangat struktural dan menarik. Dan sampai sekarang terus kita kembangkan. Penyelesaian kasus wisma atlet ini mungkin satu tahun saja tidak selesai. Kecuali ditambah SDM,"kata Busyro dalam raker Komisi III dengan KPK di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (27/2/2012).
Karena itu KPK meminta aggaran pembangunan gedung baru dapat segera direalisasikan. Agar SDM yang direkrut dapat ditempatkan dalam kantor yang tergabung.
"Berkenan mempertimbangkan kepentingan kita bersama, agar anggaran memulai pembangunan gedung Rp 61 miliar itu segera bisa dicairkan dengan pola multiyear. Agar kita bisa disatukan saat nanti menambah SDM. Agar kasus tersebut cepat selesai agar tidak ada partai yang tersandera, tidak ada orang yang tersandera,"pinta Busyro.
(van/sdf)











































