Bush: AS Dalam Bahaya
Selasa, 03 Agu 2004 10:20 WIB
Jakarta - Presiden Amerika Serikat George W Bush mengungkapkan bahwa negaranya tengah dalam bahaya. Untuk itu AS akan berupaya semampu mungkin untuk melawan bahaya itu.Demikian disampaikan Bush di Gedung Putih. "Kita adalah bangsa yang dalam bahaya. Kita melakukan segalanya yang kita mampu dalam kekuasaan kita untuk melawan bahaya tersebut," tukas pemimpin negeri adidaya itu seperti dilansir Sydney Morning Herald, Selasa (3/8/2004).Statemen ini disampaikan Bush menyusul keputusan pemerintah AS yang meningkatkan level kewaspadaan terhadap ancaman terorisme ke tingkat oranye, atau tingkat yang menunjukkan bahwa ancaman tersebut berisiko tinggi. Ini terkait dengan adanya informasi intelijen yang secara rinci menjelaskan rencana penyerangan jaringan al Qaeda terhadap terhadap institusi-institusi keuangan di AS, seperti Bank Dunia dan lainnya.Bush menyatakan, dirinya juga mendukung terbentuknya direktorat intelijen nasional serta reformasi intelijen lainnya yang disarankan oleh komisi penyelidik serangan 11 September 2001, atau yang dikenal sebagai komisi 9/11.Bush juga mengusulkan pembentukan pusat kontra-terorisme nasional yang akan menyiapkan laporan terorisme harian kepada presiden. Badan ini akan bertindak sebagai "bank pengetahuan" pemerintah mengenai terorisme.Pengumuman Bush soal pembentukan direktorat intelijen nasional ini mendapat tanggapan dingin dari kandidat presiden dari Partai Demokrat, John Kerry. Menurutnya, Bush cukup terlambat sebelum sampai ke ide tersebut. "Saya menyerukannya setahun yang lalu, atau sekitar itu, untuk pembentukan direktorat intelijen nasional. Akhirnya pemerintah ini sampai pada pemikiran untuk melakukan itu," cetus Kerry pada CNN.
(ita/)











































