Ronald Setelah Minta Maaf:
Amanda Orang Baik, Saya Menyesal
Selasa, 03 Agu 2004 10:22 WIB
Jakarta - Ronald Johanes P.Aruan menyatakan minta maaf pada semua pihak atas pembunuhan yang dilakukannya terhadap Amanda Devina (22 tahun), yang sama-sama kuliah di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Industri Universitas Trisakti angkatan 2000. "Saya menyesal," akunya.Pengakuan Ronald disampaikan dalam jumpa pers di Ruang Rupatama Polres Jakarta Barat (Jakbar), Selasa (3/8/2004). Ronald datang ke ruangan itu pukul 09.30 WIB, didampingi pengacaranya dan Kasatreskrim Kompol Hendro Pandowo.Pria berusia 23 tahun itu mengenakan kemeja putih, bercelana kain warna coklat muda, bersepatu pantofel dan mengenakan kacamata minus dan agak botak. Selama menuju ke ruang jumpa pers, Ronald lebih banyak menunduk.Begitu duduk di depan wartawan, Ronald langsung minta maaf. Berikut petikan pernyataan Ronald dan tanya jawabnya dengan wartawan:Saya minta maaf sedalam-dalamnya kepada Bapak Sapto, kepada ibu Amanda, adik Amanda... saya minta maaf sedalam-dalamnya pada keluarga besar sivitas Univeristas Trisakti Fakultas Teknik Industri Jurusan Teknik Elektro. Saya mohon maaf sedalam-dalamnya pada orangtua saya, adik saya, dan seluruh masyarakat.(Ronald lalu terdiam)Sebenarnya Anda pacar Amanda atau bukan?(Ronald diam lama lalu menghela nafas). Saya teman dekat Amanda.Sebelum melakukan hubungan badan dengan Amanda, apa ada komitmen lebih dulu?Ronald diam, tidak mau menjawab.Sejak kapan Anda dekat dengan Amanda?Saya kenal sejak 2003.Bagaimana kronologi peristiwa?(Ronald geleng-geleng tidak mau menjawab).Bagaimana sampai Anda membunuh Amanda?(Ronald diam. Menitikkan air mata)Bagaimana perasaan Anda setelah minta maaf?(Ronald diam lama) Ini adalah pelajaran buat saya. Saya merasa menyesal. Saya tidak ingin begini lagi. Saya khilaf. Saya mohon rekan-rekan wartawan memberitakan hal yang sebenarnya.Berita apa yang salah, apa yang mau diklarifikasi?(Ronald diam lama) Saya di sini di Polres Jakbar, saya belum mendengar berita satu pun. Saya tidak tahu apa yang diberitakan. Saya mohon rekan-rekan menghargai saya, sebagaimana saya juga menghargai Anda. Tolong hargai perasaan Pak Sapto. Amanda orang baik-baik.Jumpa pers itu hanya sebentar. Ronald kembali dibawa ke ruang tahanan. Setelah melengkapi berkas administrasi, anak seorang dokter yang bertugas di Yogyakarta itu akan dipindahkan ke Polres Depok, di mana lokasi pembunuhan terjadi.
(nrl/)











































