Vokal ke Menteri, Dipo Alam Dikritik Saat Raker dengan Komisi II

Vokal ke Menteri, Dipo Alam Dikritik Saat Raker dengan Komisi II

- detikNews
Senin, 27 Feb 2012 15:55 WIB
Vokal ke Menteri, Dipo Alam Dikritik Saat Raker dengan Komisi II
Jakarta - Akhir tahun 2011 lalu Sekretaris Kabinet, Dipo Alam, menyoroti sikap menteri yang tidak mau meluruskan berita-berita miring terkait Presiden. Dia bahkan tak segan mengkritik menteri tersebut. Kevokalan Dipo itu mencuatkan kritikan saat rapat dengan Komisi II DPR.

"Seskab sama dengan menteri lain yang bantu presiden. Kalau lakukan teguran langsung pada menteri itu tidak tepat," kata anggota Komisi II DPR, Gamari Sutrisno, dalam rapat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (27/2/2012).

Menurut Gamari, Dipo telah salah dalam menafsirkan tugas pokok dan fungsinya sebagai pembatu presiden yang telah tertuang dalam peraturan presiden. Apalagi dalam situs setkab pun tidak ada tugas seorang Seskab untuk menegur menteri lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam website Seskab ternyata tidak ada tugas untuk menegur dan tugas lain sebagaimana Pak Menteri lakukan," imbuh Gamari.

Menanggapi kritik itu Dipo mengatakan jika dibaca persis tugas pokok fungsi kabinet maka ada tugas tambahan. "Dan saya boleh dikatakan juga ditugaskan me-manage kabinet. Jadi anggota kabinet juga sesungguhnya membantu presiden. Jadi yang saya jalankan hanya mengingatkan," jelas eks aktivis mahasiswa UI ini.

Dalam mengingatkan menteri yang lain Dipo mengaku tidak pernah meminta izin presiden. Meski demikian dia tidak pernah ditegur presiden.

"Bahwa itu, hal saya mengingatkan kolega saya dalam menjalankan fungsi sistem kabinet pemerintahan. Laporannya juga jelas ada," kata Dipo yang berjas hitam.

Dalam perombakan kabinet Oktober tahun lalu, Presiden SBY pernah menyatakan reshuffle kali itu adalah yang terakhir karena gonta-ganti menteri akan menimbulkan instabilitas. Namun, Dipo mengatakan tetap memonitor dan melaporkan kepada presiden terkait tindakan para menteri-menteri.

Dipo menjelaskan peringatan yang ia sampaikan ini adalah adalah karena tugasnya sebagai sekretaris kabinet.

"That's my job, part of my job sebagai sekretaris kabinet, manajemen kabinet. Kalau mereka tidak mau turut berpartisipasi di dalam masalah informasi, I'll make a note, bukan UKP4 saja yang buat note. I do make a note kepada rekan-rekan saya yang tidak mau sharing informasi," ujarnya kala itu.

(vit/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini