Serbu Mapolresta Pekanbaru, Geng Motor akan Jalani Tes Urine

Serbu Mapolresta Pekanbaru, Geng Motor akan Jalani Tes Urine

- detikNews
Senin, 27 Feb 2012 14:58 WIB
Pekanbaru -

Saat ini Polresta Pekanbaru telah menangkap 15 anggota geng motor yang telah berbuat anarki. Anggota geng motor ini akan menjalani tes urine dan darah.

“Para anggota geng motor yang sudah kita tangkap, akan menjalani tes urine dan darah di RS Polda Riau. Ini kita lakukan untuk mengetahui apakah mereka juga ikut terlibat mengkomsumsi narkoba atau miras. Kalau terbukti, mereka juga akan kita jerat dengan UU Narkotika,” kata Kapolresta Pekanbaru, Kombes Adang Ginanjar kepada detikcom, Senin (27/2/2012) di Pekanbaru, Riau.

Menurut Kapolresta, aksi brutal para geng motor ini dianggap sudah meresahkan masyarakat Pekanbaru. Sebab, mereka tidak hanya merusak pos piket di Mapolres,tapi juga merusak Bank Lippo dan mobil milik masyarakat.

“Geng motor ini menamakan dirinya, XTC singkatan dari exeaty to creativity. Untuk ikut menjadi anggota geng XTC ini diwajibkan membayar setoran bulanan. Dari buku keanggotaan yang sudah kita sita, mereka berjumlah 75 orang. Mereka umumnya pelajar SMA tapi ada juga yang SMP. Termasuk anggota wanita,” kata Adang.

Adang menjelaskan, kronologis penyerangan ini berawal dari penangkapan ketua geng berinisial BB pada Minggu (26/2/2012) sekitar pukul 02.00 WIB. Ketua geng motor BB ini ditangkap lagi nongkrong di SPBU Jl Ababil, Kecamatan Sukajadi Pekanbaru.

Ketika ketua gang ditangkap polisi, karena terlibat aksi pengeroyokan, ternyata anggotanya mengikuti anggota kepolisian sampai di Mapolres. Tidak terima ketuanya ditangkap, lantas anggota geng motor ini melempari kaca pos penjagaan yang lagi direnovasi. Tidak hanya itu saja, Kantor Bank Lippo di Jl A Yani juga mereka lempari dengan batu bata.

Kapolresta Pekanbaru menyebut, ketua geng motor berinisial BB ini, sekitar sebulan yang lalu terlibat aksi pengeroyokan terhadap atlet petinju di Pekanbaru. Usai melakukan pengeroyokan, ketua geng ini sempat menghilang.

“Setelah sebulan bersembunyi, akhirnya Minggu dini hari ketua geng terlihat muncul bersama anggotanya. Dari sana makanya Tim Buser menangkap ketua geng motor. Penangkapan ini yang tidak diterima anggotanya. Namun kita akan tetap menangkap mereka yang terlibat dalam aksi pengerusakan. Saat ini sudah 15 orang kita periksa,” kata Adang. (cha/nwk)


Berita Terkait