"Tergantung Presiden, kenapa tidak? Dalam waktu 2,5 tahun bisa terjadi apa aja," kata Seskab Dipo Alam kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (27/2/2012).
Menurut Dipo, reshuffle jilid II sangat tergantung kinerja menteri. Juga tergantung dinamika politik yang terjadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun sebelum reshuffle, Presiden akan terus memantau kinerja para menteri. Termasuk menegur jika kinerjanya tak maksimal.
"Tidak apa-apa kalau ditegur," tandasnya.
Presiden SBY resmi mengumumkan hasil reshuffle kabinet pada 18 Oktober 2011 di Istana Negara. Ada beberapa wajah baru yang hadir, di antaranya Amir Syamsuddin, Gita Wirjawan, Cicip Sutarjo, Dahlan Iskan, dan Djan faridz. Selain mengganti beberapa menteri, SBY juga menambah 13 orang untuk mengisi jabatan sebagai wakil menteri.
Dalam reshuffle kabinet ini, SBY juga mengurangi jumlah menteri dari PD dan PKS. Pengurangan jumlah menteri ini sempat mencuatkan isu PKS akan keluar dari koalisi. Namun hingga kini, ancaman tersebut tidak terbukti.
(van/nrl)











































