Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto menjelaskan, penyerangan dipicu akibat urusan utang narkoba Edi kepada Edo belum terbayar. Edo yang mengetahui bahwa saudara Edi, Bob meninggal di RSPAD langsung menggerakkan pasukan menuju ke lokasi, mencari Edi.
"Pada waktu sodara Edo melihat keluarga yang diduga itu ada rekan edi yang meninggal di situ, dia langsung membawa teman-temannya ke situ. Edo menduga ada Edi di situ, sehingga timbul untuk balas dendam," jelas Rikwanto kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Senin (27/2/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Edo punya masalah dengan Edi yang berhutang sabu sebesar Rp 320 juta," katanya.
Dalam penyerangan itu, Edo diduga membawa sekitar 50 anak buahnya. Mereka datang ke lokasi dengan menggunakan 3 mobil pribadi dan 5 mobil taksi.
Para pelaku kemudian menyerang keluarga Edi yang tengah melayat anggota keluarganya yang meninggal di RSPAD Gatot Subroto. Saat itu, kelompok yang diserang hanya berjumlah 10 orang.
Dua orang tewas di lokasi dalam penyerangan itu, sementara empat lainnya mengalami luka berat akibat bacokan senjata tajam.
Dalam penyerangan itu, adik perempuan Edo berinisial I ikut berperan aktif. Polisi menyebut, I juga ikut menyerang kelompok pelayat.
"I masih kita kejar," pungkasnya.
(mei/ndr)











































