Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal Muhammad Haposan Nasution menyatakan jembatan yang berada di Desa Gunung Tua, Kecamatan Panyabungan Kota tersebut, tidak bisa lagi dilewati kendaraan. Kondisinya sudah sangat parah karena hantaman banjir di Sungai Ranto Puran yang mengalir di bawahnya.
"Kendaraan harus memutar untuk sementara ini, karena kondisi jembatan yang tidak bisa dilewati," ujar Nasution kepada wartawan melalui telepon, Senin (27/2/2012) dari Panyabungan yang berjarak sekitar 510 kilometer dari Medan, ibukota Sumut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi truk atau kendaraan berat, harus berbalik arah melalui jalur lintas timur," kata Nasution.
Terkait jembatan yang rusak itu, sambung Nasution, pihaknya juga sudah menyampaikan informasi kepada Polres Bukit Tinggi, Sumbar agar dapat menginformasikan kepada para pengemudi yang berencana melewati Panyabungan, untuk segera berbalik arah.
"Mengenai perbaikan jembatan ini, tentu sedang kita upayakan secepatnya. Sudah disampaikan masalah ini ke Dinas Jalan dan Jembatan Provinsi Sumatera Utara serta instansi teknis lainnya, alat berat sedang dikerahkan menuju kemari," ujar Nasution.
Jembatan Aek (Sungai) Ranto Puran mengalami kerusakan setelah dihantam banjir yang terjadi Minggu (26/2/2012) sekitar pukul 20.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Akibat banjir itu, sejumlah desa di Kecamatan Panyabungan Kota juga tergenang air.
(rul/aan)










































