"Tidak ada hubungannya dengan itu (musda di Sulut)," kata Ketua Komisi Pengawas Partai Demokrat (PD), TB Silalahi, melalui pesan singkat yang diterima detikcom, Minggu (26/12/2012).
Dia menuturkan alasan Sudewo diberhentikan dari jabatan di DPP PD agar yang bersangkutan dapat fokus melakukan tugasnya di DPR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam wawancara dengan detikcom, Sabtu (26/2) kemarin, Sudewo menuturkan bila Dewan Kehormatan PD mengklarifikasi adanya indikasi pelanggaran AD/ART, yaitu ancaman terhadap pemegang suara dalam musda di Sulut 2011 lalu.
"Tentang musda dan muscab di seluruh Indonesia ditengari DK bahwa ada indikasi pelanggaran terhadap AD/ART, ada sesuatu yang tidak sesuai dengan aturan main partai. Tidak ada pertanyaan soal itu (uang) pertanyaan nya adalah apa benar saya melaksanakan musda dan muscab dengan unsur pemaksaan dan ancaman terhadap pemegang suara. Apa betul ada aturan main yang dilanggar," papar Sudewo kemarin.
Dihubungi terpisah, Diana Maringka menuturkan dirinya melaporkan adanya pemaksaan untuk memilih kandidat pimpinan DPD Sulut dalam musda yang digelar 2011 lalu.
"Saya harus memilih sesuai dengan kemauan DPP, saya sempat menangis di depan dia, ini tidak demokratis," katanya.
Kandidat 'pesanan' DPP, kata Diana, adalah Vicky Lumentut yang merupakan Wali Kota Manado. Vicky, tuding Diana, adalah titipan Ketua Umum Anas Urbaningrum.
"Sementara dua kandidat lain tidak boleh dipilih," tutur Diana.
Sudewo sendiri mengaku tidak mengetahui dasar dirinya didepak dari DPP. "Itu yang jadi pertanyaan saya juga, ibarat tidak ada angin tidak ada mendung tiba-tiba keluar keputusan. Saya akan bertanya ke DPP mengapa seperti itu," kata Sudewo saat ditanyai dasar pemecatan dirinya.
(ahy/vit)











































