Kejadian tersebut terjadi pada Minggu (26/2/2012). Dua kecamatan yang dilanda angin kencang adalah Kecamatan Pakem dan Cangkringan.
Daerah yang mengalami dampak paling parah adalah Dusun Pentingsari, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman. Sedangkan korban luka adalah warga Dusun Sawungan, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem atas nama Ny Rumtinem (75).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kejadiannya cepat sekali, sekitar lima menit tiba-tiba hujan deras disertai angin kencang. Saat itu kawasan Merapi sudah mendung tebal, sedang wilayah selatan masih tampak terang," ungkap Sekdes Umbulharjo, Endri, saat ditemui detikcom.
Menurut Endri, Dusun Pentingsari mengalami kerusakan paling parah dengan jumlah total rumah yang rusak akibat tertimpa pohon sebanyak 16 rumah. Sejumlah 6 rumah diantaranya rusak berat.
"Jumlah kerugian di atas Rp 60 juta, kerusakan sebagian besar adalah genting rumah dan tembok bagian atap. Itu masih hitungan sementara di Dusun Pentingsari belum di dusun lainnya," katanya.
Akibat bencana tersebut, beberapa aliran listrik menuju rumah warga ada yang putus. Sejumlah relawan saat ini masih melakukan kerja bakti memotong batang pohon yang roboh.
Selain Dusun Pentingsari, Dusun Karanggeneng Desa Umbulharjo yang mengalami kerusakan sekitar 12 rumah. Sedangkan di Desa Wukirsari, terdapat 2 rumah yang rusak di Dusun Tegalsari dan 1 rumah di Dusun Cancangan.
Tempat hunian sementara (huntara) atau shelter Plosokerep yang merupakan tempat tinggal warga Merapi yang terkena erupsi juga mengalami kerusakan. Informasi yang dihimpun detikcom, terdapat 10 rumah yang rusak di tempat hunian sementara tersebut.
Selain shelter Plosokerep, 17 rumah di shelter Dongkelsari Watuadeg juga mengalami kerusakan. Sebagian besar atap seng rusak dan terlepas terkena angin kencang. Sedangkan di Sawungan Hargobinangun Kecamatan Pakem sebanyak tiga rumah rusak.
(trq/ahy)











































