Mobil Pemadam Kebakaran Mandikan Patung Pancoran

Mobil Pemadam Kebakaran Mandikan Patung Pancoran

- detikNews
Minggu, 26 Feb 2012 11:10 WIB
Jakarta - Setiap lewat perempatan Pancoran, Jakarta Selatan, patung pria perkasa sedang menunjuk ke arah selatan, setia menyambut. Hari ini, Monumen Patung Dirgantara yang lebih dikenal sebagai patung Pancoran itu dimandikan. Patung yang diapit flyover ini disemprot oleh mobil pemadam kebakaran.

Pantauan detikcom, Minggu (25/2/2012), terlihat sekitar sepuluh orang petugas pemadam kebakaran menyikat bagian bawah patung itu. Mereka menaiki tangga untuk bisa membersihkan beton penyangga patung tersebut. Ada sekitar 5 unit mobil pemadam kebakaran yang ada di bagian bawah patung Pancoran.

Sedangkan untuk bagian atas patung yang cukup tinggi, petugas pemadam menggunakan mobil yang memiliki tangga yang bisa naik secara otomatis. Mobil ini biasanya digunakan untuk memadamkan kobaran api dan menyelamatkan korban jika ada kebakaran di gedung pencakar langit. Ada tiga orang yang menaiki tangga dan menyemprot badan patung berwarna hijau keabu-abuan ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penyemprotan patung Pancoran menarik perhatian banyak pengendara jalan. Pengendara motor yang melewati flyover Pancoran berhenti untuk melihat petugas pemadam menyemprot patung itu. Sedangkan pejalan kaki banyak yang menonton di troroar sekitar patung itu.

Akibat penyemprotan patung itu, lalu lintas dari Manggarai arah Pasar Minggu padat sekitar 500 meter, sedangkan ruas sebaliknya masih lancar.

Menurut Wikipedia, patung ini dirancang oleh Edhi Sunarso sekitar tahun 1964 - 1965. Berat patung yang terbuat dari perunggu ini mencapai 11 ton. Sementara tinggi patung itu sendiri adalah 11 meter, dan kaki patung mencapai 27 meter. Proses pembangunannya dilakukan oleh PN Hutama Karya dengan Ir. Sutami sebagai arsitek pelaksana.

Pengerjaannya sempat mengalami keterlambatan karena peristiwa Gerakan 30 September PKI di tahun 1965.

Rancangan patung ini berdasarkan atas permintaan Bung Karno untuk menampilkan keperkasaan bangsa Indonesia di bidang dirgantara. Penekanan dari desain patung tersebut berarti bahwa untuk mencapai keperkasaan, bangsa Indonesia mengandalkan sifat-sifat jujur, berani dan bersemangat.

(nal/nrl)


Berita Terkait