"Aksi pembakaran ini dipicu oleh tuntutan warga yang tak kunjung dipenuhi. SMS yang beredar ini sangat meresahkan masyarakat dan menjadi salah satu pemicu aksi pembakaran kantor PT BSMI," kata Direktur LBH Bandar Lampung yang mengadvokasi kasus di Mesuji, Indra Firsada saat dihubungi detikcom, Sabtu (25/2/2012).
Isi SMS tersebut menyebutkan pada Minggu 26 Februari akan diturunkan 120 TNI untuk mengawal pembangunan kembali pabrik PT BSMI. SMS berantai ini pun langsung membuat petani geram. Karena tuntutan mereka agar hak guna usaha PT BSMI dicabut belum diamini. Malah timbul isu-isu di SMS berantai tersebut.
"Tuntutan warga yang tak kunjung dipenuhi yaitu pencabutan hak guna usaha PT BSMI," ucapnya.
Indra mengatakan, massa petani ini datang dari Sritanjung, Mesuji. Tanpa aksi atau demo, mereka langsung melakukan pembakaran. Mereka kesal karena tuntutan mereka mengenai pencabutan hal guna usaha PT BSMI belum juga dikabulkan.
"Dari awal sebelum ada TGPF, warga sekitar memang ingin HGU BSMI dicabut," ujarnya.
(gus/gus)











































