"Dengan 300 relawan, 3 ton sampah dikeruk dari Sungai Cabang Timur," ujar Walikota Depok Nurmahmudi Ismail kepada detikcom di Jalan Raya Juanda, Sabtu (25/2/2012).
Relawan terdiri dari TNI Kodim 0508, kepolisian, aparat pemkot, mahasiswa Gunadarma, dan karang taruna. Para relawan ini langsung masuk ke sungai untuk mengeruk sampah-sampah dengan bantuan alat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemkot Depok sudah menyusun perda tentang sampah dengan sanksi yang lebih keras.
Sementara itu, pantauan detikcom di Sungai Cabang Timur, sampah yang sudah menggunung kemudian diangkut dengan 3 truk ke tempat pembuangan akhir Cipayung.
Semua sampah kebanyakan limbah rumah tangga seperti ratusan bekas pembalut wanita dan kantong plastik. Sampah-sampah tersebut mengambang di sungai. Bahkan tampak juga sisa-sisa bekas kondom yang menyatu dengan sampah plastik dan gabus. Nurmahmudi tampak ikut masuk ke sungai.
"Nih, lihat ada pula sayuran dan makanan kadaluarsa dalam bungkusan yang masih utuh berasal dari supermarket. Saya rasa supermarket itu pun membuang sampahnya ke sungai ini," ujar Nur, seorang warga yang ditemui detikcom.
Di sepanjang Sungai Cabang Timur ini ada sekitar tiga sepermarker dan mal yang beroperasi.
(gus/gus)










































