Data yang didapatkan detikcom dari Imigrasi Kemenkum HAM, Sabtu (25/4/2012) dua tujuan negara Dhana selama kurun waktu itu adalah Jeddah Arab Saudi dan Singapura. Dari data itu, Dhana yang memegang paspor bernomor S 922139 itu sempat sebulan berada di Arab Saudi.
Dhana meninggalkan Jakarta menuju Jeddah melalui Bandara Soekarno-Hatta pada 6 November 2010 pukul 13.30 WIB dengan pesawat Garuda GA 982. Dhana baru kembali ke Jakarta pada 8 Desember 2010 dengan menumpang pesawat GA 981. Dilihat dari jadwal keberangkatan dan kedatangan perjalanan luar negerinya yang sampai sebulan di Arab Saudi, Dhana diduga menjalankan ibadah haji.
Setelah itu, hampir setahun kemudian, pada Jumat 4 November 2011 Dhana baru melakukan kunjungan ke luar negeri lagi. Pada pukul 16.31 WIB, Dhana terbang ke Singapura . Kali ini, Dhana yang disebut-sebut memiliki transaksi mencurigakan itu hanya menumpang pesawat yang tidak mahal: Lion Air dengan nomor penerbangan JT 158. Dhana kembali ke Jakarta pada 7 November 2011 dengan penerbangan Lion Air juga JT 159.
Pada tahun 2012, Dhana tidak tercatat pernah ke luar negeri.
Seperti diketahui, Dhana telah dijadikan tersangka oleh Kejagung sejak 16 Februari 2012. Kejagung juga telah memohon kepada Imigrasi untuk mencekal Dhana ke luar negeri. Dan atas permintaan itu, per 21 Februari 2012 Imigrasi mencekal Dhana selama 6 bulan. Namun, dari data perjalanan di Imigrasi itu, agak janggal juga bila dia seorang miliarder sebagaimana Gayus Tambunan, mengapa Dhana sangat jarang bepergian ke luar negeri?
Belum diketahui persis apa bukti-bukti yang dimiliki Kejagung untuk menjadikan Dhana sebagai tersangka kasus money laundering dan korupsi. Yang jelas, Kejagung sudah menyita barang-barang dan harta kekayaan Dhana, termasuk uang dollar dan perhiasan emas. Kejagung belum mau terbuka terkait penyidikan kasus ini, termasuk apakah Kejagung menyidik kasus ini setelah mendapat laporan dari PPATK mengenai transaksi mencurigakan.
Informasi yang berkembang liar, Dhana yang mantan pegawai Ditjen Pajak itu memiliki transaksi mencurigakan hingga Rp 60 miliar. Namun, benarkah demikian? Dhana saat ditemui detikcom Jumat (24/12/2012) mengaku tidak memiliki dana sefantastis itu. Dia juga membantah mengenai peran sang istri yang berinisial DA, seperti pemberitaan selama ini.
Berikut tanggapan Dhana terkait tudingan kasus tersebut:
"Kasus ini tidak berhubungan sama sekali dengan istri saya, melainkan murni permasalahan pribadi saya terkait dengan transaksi dalam rekening saya yang dinilai tidak sesuai dengan exposure gaji saya sebagai PNS.
Saya sungguh kaget kesimpangsiuran berita yang beredar saat ini apalagi mengaitkan dengan institusi DJP (Ditjen Pajak) di mana kebetulan istri saya bertugas. Sangat tidak relevan masalah ini dikaitkan dengan kasus Gayus Tambunan.
Mengenai rekening/transaksi yang saya miliki dapat dijelaskan dengan usaha yang saya miliki tetapi tidak dengan nilai fantastis seperti yang beredar. Apalagi terkait rekening isteri saya yang hanya berisi gaji."
(asy/gah)











































