"Yang tipu kita namanya Prima, dia ngaku-ngaku manajer terus nawarin kita untuk buat video klip," ujar kerabat korban, Muhamad Nanda, saat membuat laporan di Mapolres Jakpus, Jl Kramat Raya, Jakarta, Jumat (24/2/2012).
Kejadian bermula pada Kamis (23/2) kemarin. Saat itu Nanda dijanjikan oleh Prima untuk membuat video klip band dan disuruh menyediakan model, Ia pun memanggil Dea (19), Altri Vilania (25), Diana (20).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Habis itu kita janjian di 7-eleven Cikini, kita ketemu sama produser gadun itu. Si Prima," cerita Nanda.
Dalam pertemuan, produser gadungan itu meminta Nanda untuk meminjamkan HP. Nanda pun meminjam ponsel milik Dea untuk melihat foto yang tersimpan di dalamnya. Tanpa curiga, korban memberikan ponsel BlackBerry itu.
โAlasannya, foto-foto model binaan saya di HP itu akan ditunjukkan ke atasannya lebih dulu,โ kata Nanda.
Namun, setelah HP nya diberikan, sang produser gadungan itu tak kunjung datang, ponsel hilang dan video klip pun hanya dibayangan semata. Sadar telah menjadi korban penipuan, mereka melapor ke polisi.
(rvk/mad)











































