"E ini kita duga berada di balik peristiwa ini dan justru karena yang bersangkutan tidak luka masih memungkinkan dia yang menggerakkan massa itu," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Toni Harmanto di Mapolda Metro Jaya di Polda Metro Jaya, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (24/2/2012).
Toni mengatakan, E ditangkap beberapa saat setelah penyerangan tersebut. Setelah E, dua orang tersangka lainnya juga ditangkap oleh Polres Jakarta Pusat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Toni mengatakan, petugas memiliki bukti kalau E ada dilokasi penyerangan. "Kita ada saksi. Dia ada disitu," katanya.
Toni menyatakan, polisi masih menyelidiki mobil yang digunakan dalam peristiwa itu. "Ini, baru kita duga saja. Apakah nanti kita temukan bercak darah manusia, apakah identik darah yang mati atau dari yang bersangkutan masih diselidiki," katanya.
Toni mengatakan, masih banyak pelaku penyerangan itu yang dikejar. Identitas pelaku masih digali dari keterangan saksi-saksi yang ada.
"Cukup banyak, ini akan kita sinkronkan lagi dengan keterangan saksi-saksi supaya nanti klop berapa sebenarnya yang terlibat dalam penyerangan," katanya.
Polisi juga masih mendalami peran pelaku-pelaku penyerangan tersebut dan pemeriksaan masih terus berlangsung. "Kita masih terus dalami dan pemeriksaan dilakukan maraton sampai tadi pagi," katanya.
Sementara itu, Edward Tupessy alias Edo Kiting masih berstatus saksi.
(nal/nrl)











































