Proses pemotretan berlangsung di pendopo kediaman pribadi SBY di Cikeas, Bogor, Jumat (24/2/2012). Ada dua orang petugas kelurahan Gunung Putri mengoperasikan alat pencetak e-KTP.
"Bapak dan Ibu menjadi pasangan pertama di Kecamatan Gunung Putri yang membuat e-KTP," kata Mendagri Gamawan Fauzi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden SBY dan Ani Yudhoyono dipotret bersamaan. Keduanya masing-masing duduk di membelakangi tirai beludru warna merah dan biru.
"Yang merah untuk NIK (nomor induk kependudukan) ganjil, dan yang biru untuk nomor genap," jelas mendagri.
Sesuai prosedur, pemotretan diulang dua kali. Namun ketika mengambil sidik jari, baik SBY dan istri harus mengulangnya berkali-kali.
"Kenapa kok harus diulangi lagi?" tanya SBY.
"Mungkin karena lembab alatnya jadi kurang sensitif. Menekannya (jari di atas alat pemindai -red) harus lebih kuat," jawab petugas. Perlu diketahui pada saat itu memang sedang turun hujan deras.
Setelah itu SBY membantu Ny. Ani Yudhoyono merekam sidik jari. Dia menekan jari istrinya yang berada di atas alat pemindai.
"Wartawan sudah bikin e-KTP?" tanya SBY kepada wartawan.
"Belum. Belum Pak," jawab para wartawan.
"Sebelum bikin e-KTP, makan telur banyak-banyak ya. Agar kuat tekan jarinya," sahut SBY yang tidak tidak diketahui apa maksudnya.
Setelah itu giliran pasangan suami istri, Edhie Baskoro dan Aliya Rajasa. Putra dan menantu SBY ini memang beralamat di Cikeas, Bogor.
(lh/ndr)











































