Peristiwa ini terjadi tak jauh dari rumah Ade di Kelurahaan Poris Plawad, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, Jumat (24/2/2012).
Suzuki Arashi bernomor B 2600 K yang dikendarainya tiba-tiba mogok di perlintasan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat berada di tengah rel, tiba-tiba sepeda motornya mogok. Lalu datang kereta dari arah Kota Tangerang menuju Jakarta. Saya sudah teriaki dia, tapi dia tidak menghindar, malah berusaha mendorong motornya," katanya.
Akhirnya, kereta semakin mendekat dan korban tidak dapat menghindar. Dengan kecepatan tinggi, kereta itu menabrak korban hingga menyeretnya sejauh 10 meter hingga akhirnya terpental ke sisi kiri rel.
"Dia langsung meninggal karena luka berat dan motornya hancur," tambah Marbun.
Warga sekitar yang melihat kejadian itu langsung mendatangi jasad korban dan menutupnya dengan koran. Ayah korban, Bambang Darmaji, yang hendak pergi Salat Jumat langsung berlari ke lokasi kejadian setelah mendengar anaknya menjadi korban kecelakaan di rel kereta api.
Bambang langsung pingsan saat melihat jasad anaknya. Warga kemudian membopong jasad Ade pulang ke rumah.
Menurut Marbun, kecelakaan memang kerap terjadi di perlintasan rel kereta itu. Sebab, palang pintu perlintasan yang dibuat sendiri oleh warga, tidak setiap saat dijaga.
"Penjaganya dilakukan sukarela oleh warga setempat. Kalau penjaganya tidak ada, yah warga langsung saja menyeberang rel tanpa tahu ada kereta datang," ucapnya.
(gun/gun)











































