Preman Ditembak, Bocah 9 Tahun Kena Peluru Nyasar

Preman Ditembak, Bocah 9 Tahun Kena Peluru Nyasar

- detikNews
Senin, 02 Agu 2004 19:09 WIB
Ambon - Kota Ambon kembali dikagetkan dengan bunyi tembakan beruntun pada hari Minggu, (1/8/2004) sekitar pukul 21.30 WIT. Kawasan Tanah Lapang Kecil (Talake), Kecamatan Nusaniwe Ambon kembali tegang, menyusul penembakan yang dilakukan aparat Brimob BKO terhadap seorang warga bernama Remon Kaya, salah seorang pemuda yang masuk Target Operasi (TO) aparat kepolisian daerah Maluku. Selain itu, peluru yang keluar dari moncong senjata aparat, juga nyasar dan melukai seorang bocah sembilan tahun bernama Henry Pentury, warga Talake yang saat peristiwa berada di rumahnya. Dia terluka akibat terkena peluru nyasar di bagian kepalanya. Informasi yang dihimpun detikcom di lapangan, korban Remon Kaya dikenal sebagai preman dan merupakan salah satu TO aparat kepolisian daerah Maluku, khususnya Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease. Namun, target operasi terhadap Remon Kaya sendiri belum diketahui berkaitan dengan kasus apa.Tembakan yang dikeluarkan aparat Brimob BKO yang bertugas di Talake, yang merupakan kawasan paling bergolak saat konflik 25 April lalu itu, mengenai bagian dada kanan korban Remon Kaya. Sedangkan Henry Pentury terkena peluru nyasar aparat BKO pada bagian kepalanya. Kedua korban kini dirawat di RSUD dr. Haulussy, Kudamati, Ambon, setelah diantar oleh masyarakat sekitar yang melihat kejadian itu. Meskipun sempat menimbulkan kepanikan warga Talake saat perisitiwa itu, namun situasi terakhir sudah dapat terkendali. Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease AKBP Leonidas Braksan saat akan dikonfirmasi Senin (2/8/2004) belum berhasil ditemui. Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku Kompol Endro Prasetyo yang dikontak detikcom menolak memberikan komentar terkait insiden itu. "Kami belum dapat menyampaikannya karena belum ada laporannya. Begitu pun dengan korban Remon yang disebut-sebut masuk dalam daftar TO kepolisian," kata Endro. (asy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads