Penyebab LP Rusuh dan Sulit Dikendalikan

Penyebab LP Rusuh dan Sulit Dikendalikan

- detikNews
Jumat, 24 Feb 2012 03:39 WIB
Penyebab LP Rusuh dan Sulit Dikendalikan
Jakarta - LP Kerobokan, Badung, Bali dalam beberapa hari terakhir memanas. Kerusuhan muncul di kalangan napi yang membuat aparat kesulitan menanganinya. Kriminolog Adrianus Meliala memiliki catatan penyebab LP rusuh dan sulit dikendalikan.

"Penyebab kerusuhan di penjara itu beda-beda, tapi ada hal yang sama. Pertama, adalah rezim penjara yang keras. Kedua, terjadinya pergolakan di dalam kelompok di penjara," ujar Andrianus dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (23/2/2012).

Rezim penjara yang keras, lanjut Adrianus, terjadi manakala petugas di penjara menerapkan pola-pola keras dalam berlaku dan berucap kepada para tahanan. Hal itu menimbulkan kesan arogan sehingga membuat para tahanan pun bersikap keras dan bahkan bisa melakukan perlawanan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini bisa menimbulkan resistensi, lalu terjadilah konflik antara tahanan dengan petugas. Yang diharapkan tentu rezim yang lunak namun mampu bersikap tegas," sambung akademisi UI ini.

Sedangkan soal pertentangan antar napi di dalam penjara, kasus semacam ini kerap ditemui. Bagi beberapakelompok yang bertikai, rutan seperti rimba. Siapa kuat, dia menang.

"Kadang saling menantang, sehingga menimbulkan pergolakan," ucap Adrianus.

LP Kerobokan yang kelebihan muatan, membuat daya dobrak napi juga menjadi luar biasa. LP ini seharusnya hanya menampung sekitar 300 orang, namun nyatanya dihuni sekitar 1.000 orang.

"Karena daya dobraknya luar biasa, untuk memadamkannya juga susah," kata Adrianus.

Kerusuhan terjadi di LP Kerobokan beberapa hari terakhir. Bahkan kerusuhan berbuntut kebakaran. Sebagian besar fasilitas di LP rusak. Petugas lantas membuka negosiasi dengan pentolan LP Kerobokan.

Saat curhat ke tim negosiasi dari Polri dan TNI mereka menyebut sikap sipir penjara yang dinilai keterlaluan. Sipir dinilai terlalu otoriter. Hasil negosiasi, para napi manut dan tidak akan melakukan kekerasan. Petugas keamanan pun mulai mengendurkan kesiagaannya.

(vit/vit)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads