"Masih diperiksa intensif," ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat, AKBP Hengky Hariyadi, di Mapolres Jakarta Pusat, Jl Kramat Raya No 61, Kamis (23/2/2012).
Sebelumnya, seorang teman korban di RSPAD menyebut Edo adalah orang yang mengerahkan pasukan. Dia menyebut Edo membawa senpi (senjata api). Sayangnya rekan korban itu enggan menjelaskan motif dibalik penyerangan yang dilakukan oleh Edo.
Keributan di RSPAD pecah di halaman rumah duka RSPAD pukul 02.30 WIB, Kamis (23/2). Saat itu sejumlah orang dari kelompok Ambon tengah melayat Bob Stanley Sahusulawan, diserang oleh 50-an orang dari kelompok Ambon lainnya. Akibat penyerangan ini, 4 orang terluka dan 2 lainnya meninggal.
Terkait kasus ini, polisi sudah mengamankan 6 orang. Dari keenam orang tersebut, 3 orang telah ditetapkan sebagai tersangka.
(vit/vit)











































